10 Alasan Mengapa Kita Perlu Memberikan Jeda ketika Presentasi (Part 1)

This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-6-845x321.png

Slideologi.com – Ada pepatah yang mengatakan bahwa diam adalah emas. Meskipun demikian, diam atau keheningan mungkin merupakan hal yang sangat dihindari oleh beberapa pembicara dalam presentasi. Mereka yang kurang berpengalaman akan merasa sangat tegang ketika ada jeda atau keheningan ketika presentasi sedang berlangsung. Padahal faktanya, memberikan jeda dengan diam sejenak memberikan banyak manfaat ketika kita sedang melakukan presentasi. Apa saja manfaatnya? Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita perlu memberikan jeda saat presentasi.

1. Menunjukkan Kepercayaan Diri

Tidak semua orang berani untuk berhenti sejenak ketika presentasi. Beberapa merasa bahwa keheningan dalam presentasi adalah musuh karena akan membuat suasana menjadi canggung dan tegang. Hanya orang-orang dengan tingkat kepercayaan diri tinggi yang mampu dan berani untuk memberikan jeda dengan berhenti sejenak dalam presentasi.

2. Menarik Perhatian

Terdapat banyak hal yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian audiens, salah satunya adalah dengan berhenti sejenak saat presentasi. Cara ini bisa kita lakukan mulai dari awal ketika kita naik ke atas panggung. Saat tiba di atas panggung, diamlah untuk beberapa detik dan jangan mengatakan apapun. Hal ini mungkin akan menjadi pembukaan yang powerful. Kita mungkin akan merasa kurang nyaman ketika pertama kali melakukannya, namun cara ini sangat layak untuk dikuasai.

3. Membangun Antisipasi

Antisipasi dapat memperbesar daya ingat kita akan sebuah pesan. Contohnya saat di acara penghargaan, penonton pasti akan memiliki antisipasi yang besar ketika pembawa acara mengatakan “pemenangnya adalah….” Kalimat ini pasti diikuti dengan jeda sebelum sang pembawa acara menyebutkan pemenangnya. Hal ini juga bisa kita terapkan dalam presentasi.

4. Memberikan Waktu untuk Audiens Berpikir

Percuma saja kita menyampaikan topik yang powerful jika audiens tidak bisa memahaminya. Apalagi jika materi yang kita sampaikan sangat padat. Oleh karena itu, berilah jeda dengan diam sejenak setelah menjelaskan sebuah poin penting. Hal ini akan memberikan waktu bagi audiens untuk berpikir dan mencerna apa yang telah kita sampaikan.

5. Memberikan Waktu untuk Tertawa

Poin ini hampir sama dengan poin sebelumnya. Intinya, kita perlu memberikan jeda setelah menyampaikan lelucon, sebab audiens buth waktu untuk memahami, mencerna, kemudian tertawa. Cara ini telah dilakukan oleh para komedian sukses. Mereka menuggu audiens untuk selesai tertawa sebelum melanjukan. Pastikan kita memberikan audiens waktu yang cukup untuk tertawa, sebab jika tidak, kita justru akan membunuh tawa mereka dan membuat lelucon kita sia-sia.

Keadaan sunyi ketika presentasi memang akan terkesan canggung dan tegang, terutama bagi presenter yang kurang berpengalaman. Meskipun demikian, memberikan jeda dengan berhenti sejenak dapat mengantarkan kita pada presentasi yang sukses, menarik dan diingat oleh audiens.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Log in

Don’t have an account? Sign up