This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-2-845x321.png

4 Kesalahan ‘Body Language’ Yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar Saat Presentasi

Jasa Presentasi – Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh seorang profesor dari University of California, Prof. Albert Mehrabian Mengatakan jika dalam berkomunikasi besarnya pengaruh dari masing-masing komponen antara lain bahasa tubuh: 55%, intonasi suara: 38%, dan kata-kata: 7%. Dari riset ini dapat disimpulkan jika terjadi ketidaksinkronan dalam berkomunikasi maka hal yang sangat berpengaruh terhadap hal itu adalah faktor yang memiliki presentase paling besar (bahasa tubuh). Misalnya saja, kita memberi sapaan kepada audiens dengan kalimat “Saya sangat bersemangat dan tidak sabar untuk berbagi ilmu dengan kalian semua.” Akan tetapi, bahasa tubuh kita justru loyo, mata sayu, dan bersandar ke meja atau tempat lainnya. Dengan kondisi seperti ini, mungkinkah audiens akan percaya? Akankan mereka bersemangat untuk menyimak materi kita?

Ingat istilah “Lidah bisa saja berbohong, tapi tubuh tidak.” Oleh karena itu, bahasa tubuh juga menjadi aspek yang cukup penting saat kita berpresentasi, apalagi jika presentasi tersebut bertujuan untuk kepentingan perusahaan. Bahasa tubuh akan memberikan perbedaan yang besar antara presentasi statis dan dinamis. Umumnya presentasi statis cenderung presentasi yang membosankan, sedangkan presentasi dinamis biasanya presentasi yang menyenangkan untuk diikuti sampai akhir.

Nah, agar presentasi yang kamu lakukan lebih maksimal. Sebaiknya hindari beberapa kesalahan berikut ini:

1. Lupa tersenyum ke audiens

Saat kamu lupa tersenyum ke audiens, mungkin mereka berpikir jika kamu adalah orang terlalu serius dan tidak bersahabat. Sehingga mungkin saja mereka akan menghindari bertanya di akhir presentasi nanti, selain itu bisa jadi mereka akan tidak melibatkan diri untuk berdiskusi tentang apapun meskipun kamu ingin memulainya.

Untuk itu, cobalah tersenyum kepada audiens sesekali, karena tersenyum merupakan cara yang bagus untuk membuat mereka merasa nyaman dengan kita. Selain itu, senyuman juga menandakan jika kita adalah pribadi yang ramah dan sopan, tanpa mengurangi kompentensi yang dimiliki.

2. Menghindari kontak mata dengan audiens

Menghindari kontak mata dengan audiens tentu tidak baik dilakukan sebagai speakers, ini sama saja jika kamu menghindari konfrontasi saat berpresentasi. Sebagai seorang speakers yang percaya diri sebaiknya kita memberanikan diri untuk menata mata audiens. Bukan hanya pada satu audiens saja, tapi tatap mata juga audiens yang lain. Melakukan kontan mata akan membuatmu lebih terhubung dengan audiens.

3. Menyilangkan tangan atau kaki

Saat kedua tanganmu bersikap menyilang maka secara tidak langsung itu berarti kamu tidak terbuka dengan argumen orang lain atau kamu merasa terancam oleh suatu hal. Di mata audiens ini merupakan sikap defensif. Bukan hanya itu, sikap menyilangkan kedua kaki saat berdiri juga kurang bagus. Hal ini menunjukkan jika kamu merasa gugup dan kurang profesional. Ingatlah saat berpresentasi kamu harus terlihat yakin dengan informasi yang akan dibawakan. Untuk itu, cobalah jaga punggung tetap lurus, kepala tinggi, serta tangan yang terbuka.

4. Berjalan terlalu cepat dan lama

Menguasai panggung dengan berjalan di sisi satu ke sisi lain memang sangat di sarankan, namun ingat jangan berlebihan. Jika kamu terus berjalan atau saat kamu berjalan terlalu cepat, maka audiens akan menganggap jika kamu merasa gugup. Jelas itu akan mengganggu profesionalitasmu. Padahal gerakan yang anda buat kapanpun harus masuk akan dan bertujuan untuk membantu menyampaikan pesan. Jika kamu membicarakan 4 poin, maka kamu harus bergerak sesuai dengan jumlah poin tersebut. Misalnya, poin pertama ada posisimu sekarang, pada poin kedua kamu melangkah maju ke depan, poin ke tiga kamu bergeser beberapa langkah ke samping dan poin keempat kamu kembali ke posisi semula.

Bahasa tubuh memang mengartikan banyak hal, apalagi jika kamu sedang berpresentasi di depan banyak orang. Bahasa tubuh yang tepat akan menunjang tingkat keberhasilanmu dalam berpresentasi. Untuk itu, bukan hanya artikulasi kata saja yang dilatih namun juga bahasa tubuh. Semoga dengan informasi ini, kamu akan jauh lebih percaya diri saat akan berpresentasi di depan orang-orang. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Log in

Don’t have an account? Sign up