Pertimbangkan 5 Hal ini Sebelum Memilih Visual Data yang akan Kamu Gunakan

Slideologi.com – Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui beberapa format yang bisa digunakan untuk menyajikan data. Beberapa format tersebut mungkin akan sangat cocok digunakan untuk jenis data tertentu dibandingkan format lainnya. Beberapa justru akan membuat audiens semakin kebingungan jika digunakan untuk beberapa data tertentu. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut sebelum memilih visual data yang akan digunakan.

This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-1-845x321.png

1. Tujuan

Tujuan merupakan hal pertama yang harus kita tentukan sebelum melangkah, membuat sesuatu, atau menjalankan sebuah ide. Tentukan tujuan yang ingin kita capai dengan data tersebut. Apakah kita ingin meningkatkan kesadaran merek? Ingin membuktikan keahlian kita? Atau ingin terhubung dengan follower? Beberapa format dapat membantu kita untuk lebih mudah mencapai tujuan-tujuan tersebut dibandingkan lainnya.

2. Cerita

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah cerita yang ingin kita sampaikan. Misalnya, ketika kita sedang membahas topik mengenaik bahaya merokok yang bisa merengguh nyawa, maka kita bisa menggunakan format desain informasi dengan menyajikan gambar orang yang terbakar seperti rokok. Pastikan format data yang kita gunakan bisa menjadi perantara penyampai pesan yang ingin kita sampaikan dalam presentasi.

3. Volume Data

Hal selanjutnya yang perlu kita perhatikan sebelum memilih format data adalah volume data yang ingin kita sajikan. Data-data yang rinci dan mendalam lebih cocok jika disajikan dengan format data infografik. Sedangkan data yang sederhana, bisa disajikan dengan format data desain informasi. Pastikan data yang akan kita gunakan tidak terlalu berlebihan juga tidak terlalu sedikit sehingga kurang mendukung informasi atau pendapat kita.

4. Audiens

Audiens menjadi hal berikutnya yang perlu dipertimbangkan dalam memilih format penyajian data. Pastikan kita mengetahui siapa audiens kita, atau siapa audiens yang menjadi target cerita kita. Ketahui juga latar belakang pendidikan mereka dan format penyajian data apa yang paling familiar bagi mereka. Jika target audiens kita adalah orang-orang yang sudah berumur, maka data interaktif yang mewah mungkin tidak cocok untuk disajikan.

5. Distribusi

Platform yang akan digunakan menjadi tempat pendistribusian data juga perlu menjadi pertimbangan sebelum memilih format data yang akan digunakan. Misalnya jika kita ingin menarik audiens di sosial media, maka format infografik dengan ukuran panjang kurang sesuai jika kita gunakan. Akan lebih menarik jika kita menggunakan format desain informasi atau motion graphic. Jika kita ingin menyajikan data dalam presentasi, kita bisa menggunakan format data chart/grafik.

Memilih format yang kurang sesuai bisa membuat audiens bingung dengan data yang kita sajikan. Oleh karena itu, pastikan kita sudah mempertimbangkan 5 hal di atas sebelum memilih format data yang akan digunakan.

4 Hal ini Adalah Alasan Mengapa Kita Berbicara dengan Cepat

Slideologi.com– Saat ini kita hidup di lingkungan yang bergerak cepat, hectic, dan terkadang membuat stress. Kondisi ini menuntut kita untuk ikut bergerak dan berpikir cepat, bahkan membuat beberapa orang untuk berbicara dengan cepat juga. Sebenarnya berbicara dengan cepat tidak menjadi masalah, namun pada beberapa kesempatan hal ini sering menghambat komunikasi yang efektif, terutama ketika harus berbicara di depan banyak orang yang belum tentu dapat mengikuti ritme bicara kita dan belum tentu dapat mencerna apa yang kita sampaikan. Oleh karena itu, hal ini perlu dihindari atau diatasi.

This image has an empty alt attribute; its file name is Cover-3-845x321.png

Sebelum itu, ketahui beberapa alasan mengapa beberapa orang berbicara dengan cepat seperti yang dipaparkan di bawah ini.

1. Pikiran yang Bergerak dengan Cepat

Beberapa orang memiliki pikiran yang bekerja dengan cepat, sehingga mereka juga berbicara dengan cepat untuk mengikuti pikiran mereka. Terutama bagi orang-orang ekstrovert yang cenderung “berpikir sambil berbicara” dibandingkan “berpikir sebelum berbicara.”

2. Rasa Canggung dan Khawatir

Beberapa lainnya berbicara dengan cepat karena rasa canggung dan khawatir. Mereka merasa perlu berbicara dengan cepat agar komunikasi yang mereka lakukan segera selesai, padahal hal ini akan berakibat pada kejelasan dan diksi yang mereka gunakan. Pada beberapa kasus, berbicara dengan cepat malah akan membuat kita seperti bergumam dan membuat komunikasi menjadi kurang efektif karena apa yang kita sampaikan belum tentu dapat dipahami oleh lawan komunikasi.

3. Berbicara dengan Cepat karena Bawaan

Selain faktor dari dalam diri sendiri, kondisi eksternal juga bisa menjadi penyebab kita berbicara dengan cepat. Misalnya, seorang anak yang memiliki saudara yang nakal, cerewet dan berisik memiliki kemungkinan besar untuk berbicara dengan lebih cepat karena mereka memiliki sedikit waktu dan kesempatan untuk berbicara dan mendapatkan perhatian.

4. Mengikuti Bahasa Asal

Berbicara dengan cepat juga dapat disebabkan oleh gaya berbicara yang dimiliki oleh suatu daerah atau suku atau ras tertentu. Jika kita berasal dari daerah yang kebanyakan masyarakatnya berbicara dengan cepat, maka kita memiliki kemungkinan lebih besar untuk berbicara dengan cepat juga meskipun bahasa yang kita gunakan bukan bahasa daerah tersebut.

Berbicara memiliki seninya sendiri. Mungkin bagi beberapa orang, berbicara dengan cepat bukan merupakan sebuah masalah, namun berbicara dengan cepat dapat membuat efektifitas dalam komunikasi turun, karena beberapa orang belum tentu dapat mencerna perkataan seseorang dengan cepat pula. Oleh karena itu hal ini perlu di atasi. Beberapa tips untuk mengatasi hal ini akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

Log in

Don’t have an account? Sign up