Teori Warna untuk Presentasi (Part 1)

Warna pasti ada di sekitar kita. Biru di langit pagi yang cerah membuat kita merasa hidup dan bebas, ungu tua dan merah pada bunga yang mekar di musim semi membangkitkan emosi kehangatan, kehidupan dan energi, langit gelap gulita di malam hari, membangkitkan pikiran misteri dan rayuan.

Disadari atau tidak, warna membangkitkan berbagai macam emosi dalam diri kita yang seringkali membawa kita untuk menikmati suasana tertentu.

Jadi, sangat penting bagi siapa saja yang berusaha menjadi komunikator visual yang lebih baik untuk membiasakan diri dengan dasar-dasar teori warna dan bagaimana memilih skema warna yang paling efektif untuk presentasi, infografis, dan konten visual lainnya.

Dasar-dasar Teori Warna

Sama seperti orang yang sering dinilai dari penampilan fisiknya, konten anda juga akan dinilai dari elemen desain yang digunakan. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya dikatakan setiap warna kepada audiens anda.

Roda warna adalah model pertama yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara warna yang berbeda. Yang paling mendasar adalah warna primer, yaitu merah, biru dan kuning. Mereka tidak dapat dibuat dari pencampuran dua warna dan, seperti namanya, mereka adalah dasar dari semua warna lain.

Warna sekunder berasal dari kombinasi warna primer. Mereka adalah warna ungu, oranye, dan hijau.

Terakhir adalah warna tersier dibuat ketika anda menggabungkan warna primer dengan warna sekunder, dan menghasilkan warna merah-oranye, merah-ungu, biru-ungu, biru-hijau, kuning-hijau, dan kuning-oranye.

Apa Arti Warna?

Faktanya, warna sangat kuat sehingga dapat meningkatkan pembelajaran hingga 75% dan meningkatkan pemahaman tentang suatu subjek hingga 73%. Sementara warna-warna hangat mengomunikasikan energi, optimisme, dan antusiasme, warna-warna dingin mengirimkan pesan ketergantungan, profesionalisme, dan kedamaian.

Menurut Majalah Smashing, beberapa asosiasi paling umum yang dibuat meliputi:

  • Merah: gairah, romansa, kemarahan
  • Oranye: optimisme, kebahagiaan, energi
  • Kuning: kebahagiaan, harapan
  • Hijau: kesuburan, alam, kelimpahan
  • Biru: profesionalisme, ketenangan, transparansi
  • Ungu: kemewahan, royalti, kreativitas
  • Hitam: keanggunan, misteri, kegelapan
  • Putih: kemurnian, kebersihan
  • Coklat: tahan lama, dapat diandalkan, alami
  • Beige: konservatisme, kesalehan, kebodohan

Bagaimana Menggabungkan Warna?

Untuk melakukan kombinasi warna, kita harus mempelajari klasifikasi warna yang berbeda, tergantung pada penempatannya pada roda warna.

Warm Color : merah, oranye, dan kuning.

Cool Color : Hijau, biru, dan ungu.

Complementary Colors: Untuk membuat kombinasi warna komplementer, anda harus memilih dua warna yang saling berhadapan, seperti warna hangat seperti oranye dan warna dingin seperti biru.

Log in

Don’t have an account? Sign up